Capek yang nggak selalu kelihatan
Ada capek yang kelihatan: badan pegal, mata merah, kerjaan numpuk di meja. Ada juga capek yang nggak kelihatan dari luar: menjaga perasaan orang, jadi yang selalu kuat, dan terus menunda istirahat karena takut mengecewakan.
Karena nggak kelihatan, capek itu sering nggak diakui, bahkan oleh diri sendiri. Kamu bilang “aku gapapa” padahal cuma belum sempat berhenti.
Mengakui lelah bukan berarti mengeluh. Itu cuma jujur. Kalau kamu bersandar pada orang lain, kamu nggak jadi beban; kamu cuma manusia yang butuh ditopang sekali-kali.
← Semua tulisan